Anda menerima string teks acak dan perlu membacanya. Langkah pertama adalah mengetahui algoritma yang membuatnya. AES, Caesar cipher, ROT13, dan Base64 memiliki tampilan berbeda dan memerlukan pendekatan berbeda untuk dibalik. Setelah metodenya diketahui, dekripsi hanya memerlukan beberapa detik dengan alat yang tepat.
Apa itu dekripsi teks?
Dekripsi adalah proses mengubah teks yang dienkodekan atau dienkripsi kembali menjadi bentuk yang dapat dibaca. Enkripsi menyembunyikan konten asli menggunakan kunci atau aturan. Dekripsi membalik proses tersebut dengan kunci atau aturan yang sama. Anda dapat menggunakan Enkripsi Teks untuk mengenkripsi dan mendekripsi teks tanpa menginstal perangkat lunak apa pun.
Bagaimana mengetahui algoritma yang digunakan?
Perhatikan output terenkripsinya. AES menghasilkan string karakter yang tampak acak, sering kali dalam format Base64 setelah enkripsi. Caesar cipher dan ROT13 mempertahankan bentuk karakter yang sama tetapi menggeser hurufnya. Teks berformat Base64 biasanya diakhiri satu atau dua tanda sama dengan (=) dan hanya menggunakan huruf, angka, tanda plus, serta garis miring.
Cara mendekripsi teks AES secara online
AES (Advanced Encryption Standard) adalah algoritma simetris. Anda memerlukan kunci yang sama dengan yang digunakan untuk mengenkripsi teks. Buka Enkripsi Teks, tempelkan string terenkripsi, pilih AES, masukkan kunci, lalu klik decrypt. Dekripsi AES tidak mungkin dilakukan tanpa kunci yang benar.
Cara mendekodekan Caesar cipher dan ROT13
Caesar cipher menggeser setiap huruf sejumlah posisi tetap dalam alfabet. ROT13 adalah Caesar cipher dengan shift 13. Keduanya dapat dibalik tanpa kunci. Untuk mendekodekan Caesar cipher, coba setiap shift dari 1 sampai 25 hingga teks dapat dibaca. Dekripsi ROT13 sama dengan enkripsi: terapkan dua kali untuk mendapatkan teks asli kembali.
Cara mendekodekan teks Base64
Base64 adalah skema encoding, bukan metode enkripsi sebenarnya. Skema ini mengubah data biner menjadi format yang aman untuk teks. Base64 selalu dapat didekodekan tanpa kunci. Tempelkan string Base64 ke Enkripsi Teks, pilih Base64, lalu klik decode. Teks asli akan langsung muncul.
Masalah umum saat mendekripsi teks
- Algoritma yang salah dipilih: output akan terlihat seperti karakter acak. Coba opsi lain sampai hasilnya masuk akal.
- Kunci AES salah: dekripsi akan gagal atau menghasilkan teks kacau. Periksa kembali kunci yang digunakan saat enkripsi.
- Karakter tersembunyi dalam string terenkripsi: karakter Unicode tak terlihat dapat merusak input. Gunakan Karakter AI Tersembunyi untuk membersihkan teks sebelum mendekripsinya.
- Ciphertext terpotong atau berubah: jika string terenkripsi disalin hanya sebagian, dekripsi tidak akan bekerja dengan benar.
Jika tidak yakin metode yang digunakan, mulailah dengan Base64 dan ROT13 karena keduanya tidak memerlukan kunci. Lalu coba shift Caesar. AES sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena memerlukan kunci enkripsi asli.